Rabu, 10 Desember 2008

PENGALAMAN MENARIK


1.Pengalaman menarik berhaji (2002) adalah waktu di Arafah sebelum tiba waktu Wukuf tgl 9Dzulhijjah, mungkin tepatnya tgl 20 Februari 2002 hari Selasa malam, saat itu setelah sholat jama' magrib isya dan siap2 istirahat (setelah makan malam yang menu Indonesia banget/nasi dan lauk bistik ayam) saya siap untuk tidur. Tiba-tiba ada temen jamaah yang menangis meraung-raung. Saya berpikir malam ini pasti ada godaan syetan atau apa saya ga tahu pastinya, bahwa seseorang akan dibuat aneh oleh penggoda tersebut(syetan mungkin) karena ada yang berpendapat di Arafah jangan aneh-aneh berkelakuan karena akan ada Bala' (musibah yang akan menimpa, Wallahua'lam). Saya segera membuka Qur'an Surat Ar Ra'du untuk diniatkan bacaannya kpd teman saya yg sedang menjerit-jerit itu (seortang ibu muda).
Paginya sebelum sarapan saya menyempatkan berjalan-jalan sekitar Arafah, ternyata sekeliling kami adalah gunung batu yang luas sekali, Alhamdulillah kami sempat menemui teman waktu kami di PLN UPB Waru; setelah sarapan dgn standar haji kali (roti, apel dan indomie) kami berfoto-foto dengan rombongan dan teman dari PLN P3B (Bu Ayunah dan 2 org dari UBOS P3B).

Setelah masuk waktu Dhuha, kami sholat sunat Dhuha dan berdoa, dan siap-siap menjalani WUKUF pd tanggal 21 Februari 2002. Saat wukuf jam 11.00 waktu Saudi, kami mendengarkan khotbah dari Ustadz Kloter kami. Memasuki waktu Dhuhur itulah Puncak Wukuf kami, sekitar kami agak panas udaranya sehingga saya semprotkan air dari srayer untuk teman2 di dekat saya. Selesai Ustadz berdoa dan kami mengamini, tumpahlah air mata seluruh jama'ah (utamanya ibu-ibu), mengingat segala apa yang telah kami lakukan dahulu dan dosa-dosa apa saja yang telah kami lakukan. Subhanallah inilah Haji karena Allah berfirman : Haji adalah Arafah, sehingga patutlah kita berbangga yang telah menjalani Haji dengan Wukuf di Arafah.
Kami disarankan banyak berdoa sendiri setelah lepas waktu Puncak Wukuf itu. Juga disarankan kita untuk tidak tidur dengan wirid/zikir terus menerus, tetapi ternyata mata saya sangat mengantuk sekali saat itu sehingga sempat ketiduran sebentar. Kami kemudian sholat jama' lohor & asar , kemudian setelah waktu Wukuf selesai kami berombongan keluar tenda untuk mencium tanah Arafah serta berdoa, hal ini didak disarankan tetapi saya sendiri yang kepingin sehingga mantap bermunajat doa kepada ALLAH SWT. Saat itu di langit kami melihat keanehan bentuk awan, karena seperti garis lurus dan saya menyangka itu adalah tandanya malaikat turun ke bumi untuk mempersaksikan umat Islam yang sedang berhaji, seperti bangganya Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW yang yang sedang haji di tanah Arafah yang merupakan simbol dari Padang Mahsyar di Akhirat nanti (wallahua'lam). Sebelum sore saya sempatkan mengubur batu-batu yang saya bawa dari Indonesia (yang dibawain oleh ibu saya untuk persiapan melempar jumroh). Dalam hati saya berdoa, semoga batu ini jadi saksi nanti di Hari Kiamat bahwa saya benar telah sampai di Arafah untuk Wukuf Haji, moga2 ini bukan tindakan musyrik karena ada beberapa orang yang malah mengubur foto keluarganya sambil berdoa untuk orang yang fotonya dikubur itu. Itu semua jangan ditiru karena bukan seperti itu maksud berhaji itu. Juga akhirnya saya tahu bahwa waktu malam hari menjelang Wukuf yang teman saya menangis menjerit-jerit itu, katanya dia punya anak kecil yang ditinggal di Indonesia dan keluarganya ada yang tidak ikhlas dititipi anak tersebut, Wallahua'lam (hanya Allahlah yang tahu kebenarannya).
Selesailah waktu Wukuf sampai waktu asar dan kami diperbolehkan meninggalkan Arafah menuju Musdhalifah untuk bermalam dan berhenti sejenak mengambil batu.

Untuk rombongan kami, ternyata meninggalkan Arafah saat tengah malam karena antrian kendaraan sangat penuh menuju Musdhalifah. Akhirnya kami berangkat ke Musdhalifah setelah hampir kosong tenda-tenda di Arafah. Kami bergerak pelan sekali, sehingga waktu sampai Musdhalifah berhentilah kami sejenak untuk mengambil batu. Sekarang saya tahu dari pengajian yang saya ikuti, bahwa berhenti sejenak di Musdhalifah itu artinya bermalam/tidur di Musdalifah bukan mengambil batu, tetapi karena jalan merayap maka kami cuma berhenti mengambil batu saja.

Kami sampai di tenda Mina saat subuh, kami kemudian sholat subuh dan siap-siap untuk melempar Jumroh yang pertama(Aqobah). Lubang jumroh yang hanya setengah lingkaran saat itu dengan dikelilingi berjuta-juta orang yang melempar yang merupakan rukun Haji untuk menggugurkan pakaian Ihrom kita.

Kami bergerak menuju Aqobah saat yang paling Afdhol kata ketua rombongan (dhuha), dengan semangat kita teriakkan takbir seperti saat orang Indonesia semangat takbir Idhul Adha. Benar bahwa hari itu Hari Raya Qur'ban yang di Indonesia orang sholat Ied dan menyembelih kurban.
Dengan srategi kita masuk arena Jumroh dengan berlima orang sekali masuk, dan kami disarankan berkumpul kembali setelah selesai Jumroh di Pilar besar arah ke jalan raya untuk kembali pulang.

Saat di depan lubang Jumroh ternyata kami berpisah dengan 3 yang lainnya, saya dengan mas Made hanya berdua saja melempar tetapi agak jauh dari lubang jumroh. Disitu hampir saja terdorong rombongan orang yang penuh sekali; sehingga mas Made mengangkat saya untuk pindah di tempat yang aman. Untuk kemantapan hati batu yang terlempar masuk, saya lompat beberapa kali, Subhanallah kenapa Longgar sekali tempat ini, padahal tadi penuh sekali.

(bersambung)

Senin, 08 Desember 2008

LIBURAN UMROH


Suatu hari di bulan Januari 2005 kami membuat paspor di Bogor, saat itu Anya&Adit libur semesteran. Kami ga tau caranya karena kelihatan penuh sekali orang2 yang antri ambil formulir dll di kantor Imigrasi Bogor tersebut. Akhirnya saya beranikan masuk ke tempat fotocopy untuk fotocopy dokumen yang diperlukan dan mencar-cari calo yang bisa mempermudah pembuatan Paspor. Kami bikin untuk 2 paspor dikenai Rp750.000,- saya kira wajar untuk 2 paspor, yang 1 untuk saya dan Adit yang nebeng di dalam paspor dan Anya yang sendiri.
Dalam waktu sehari kami sudah kembali lagi untuk foto dan semuanya selesai juga.

Pada liburan kenaikan kelas, Anya naik kelas 3 SMP dan Adit kelas 5 SD, bulan Mei 2005, kami memulai liburan Umroh dengan Rute Madinah dulu dan terakhir Mekah.

Kami berangkat ber6 dengan adik saya (Ida) dan tantenya Mas Made (bulik Onan). Kami berangkat siang hari untuk cek in di Bandara dengan yayasan Bayuaji yang mengurusi semua akomodasi di Haramain nanti. Kami turun di bandara Madinah tengah malam, jadi kami belum sholat di masjid Nabawi karena sudah tutup malam itu. Seandainya sebelum subuh mau ke Mesjid sebenarnya bisa, tetapi capek juga penerbangan yang 9 jam tersebut.

Pagi itu kami sholat tahiyatul Masjid dan sholat dhuha, karena belum dibuka ziarah ke Makam Nabi ya kita tunggu saja diluar sambil jalan2. Cuaca terik sekali karena tanah Arab sedang musim panas. Akhirnya kami berbaris untuk dapat masuk ke Roudoh. MasyaAllah ternyata penuh sesak juga. Kami sampaikan salam kepada nabi dan kami berdoa di tempat tersebut yang terkenal Mustajabah. Kami mau masuk terus untuk melihat Makam Nabi, ternyata jalannya sempit sekali, sampai kita ber4 tidak bisa semua masuk(Ida tertinggal karena penuhnya orang yang mau masuk). Subhanallah kita bisa melihat belakang makam Nabi dan kami panjatkan doa disitu, saya panjatkan doa sesudah mendengar azan, karena pernah saya dengar kalau kita sering berdoa itu insyaAllah mendapat syafaat Nabi, amin.

Kami sholat 5 waktu di dalam Masjid Nabawi, dan besok kita akan berziarah ke Jabal Uhud dan Pasar Kurma. Alhamdulillah 2 hari sudah kami di Medinah dan tibalah saatnya untuk kami berumroh ke Mekah. Kami niat Umroh diawali dengan mandi besar dan niat. Saat itu Adit malu sekali kalau baju Ihromnya melorot, jadi kita belilah peniti besar utnuk mengikat Kain Ihromnya.

Kami menuju Mekah dengan pesawat dan 1/2 jam saja terbangnya. Di atas kota Yaman? kami harus niat untuk Umroh dan menjaga segala sesuatu yang diharamkan (waktu pakai baju Ihrom). Kami memulai Towaf 7 kali putaran di sebelah kanan Ka'bah setelah sholat magrib dan berakhir waktu isya. Setelah Isya kami sa'i disitu diuji kesabaran kami karena harus 7kali berjalan shofa Marwa yang ditotal 2,8 km jauhnya. Subhanallah Adit selesai juga menjalankan ritual/Tugas umrohnya walaupun dengan sedikit kesel,capek dan mulai marah. Adit saat itu naik ke kelas 5 berarti masih umur 10 tahun, oh ya hadiah umroh itu adalah hadiah ultah Anya ke 17. Alhamdulillah anak2 sudah merasakan tanah Haram di usia semua itu, tidak seperti kita yang baru dewasa menginjak tanah Haram (Haji thn 2002, umur saya 39 tahun).

Kami tinggal di Mekah 5 hari dengan suasana ibadah dan piknik jalan2 di sekitar pasar dll. Kami sempatkan ziarah ke makam kakek saya yang meninggal waktu Haji tahun 1959. Saya aja belum lahir saat itu tapi kenapa waktu tingkat satu di Bandung bisa bermimpi dipanggil kakek untuk mendekat? Subhanallah semua karena memang izin Allah akhirnya saya bisa berhaji dan umroh mengajak anak2 sekalian menziarahi kuburnya.

LIBUR BERUMROH KELUARGA

Jumat, 05 Desember 2008

HAJI 2


Setelah memasuki Pintu Masjidil Haram dari Pintu Babus Salam untuk tawaf Qudum (selamat datang), kami melakukan tawaf putaran 1 sampai 7 kali. Saat putaran masih belum selesai ingin hati ini untuk memegang Ka'bah. Mas Made mengizinkan dengan mengantar ke tengah.
Subhanallah waktu masuk ke tengah tidak ada aral yang merintangi, tetapi saat kembali ke
rombongan, hampir saja badan ini tergencet dari arus orang2 yang tawaf, Astaghfirullah. Baru sadar kalau memang saat itu walaupun tengah malam tapi arus yang tawaf besar sekali. Kami sadar bahwa kami datang ke Baitullah dengan gelombang2 dari Indonesia yang sudah mendekati 5 hari lagi akan Wukuf. Setelah selesai tawaf dan sholat di arah Maqom Ibrahim kami mendekati arah Pintu Ka'bah untuk berdoa.

Selesai berdoa ada seorang Arab yang berperawakan biasa tidak terlalu tinggi menyambut kami berdua dengan memberi salam dan bersalaman dengan mas made. Rasanya bahagia sekali kami dapat diterima sebagai tamu Allah di rumah Suci & Mulia tersebut. Dalam hati aku berpikir apakah ini benar orang ataukah malaikat yang diutus Allah untuk dapat menerima kami, karena jauh sebelum menikah pada tahun 1981, awal kuliah aku bermimpi dipanggil oleh Eyang kakungku yang telah meninggal sebelum aku lahir di tahun 1959. Saat itu aku berpikir apakah aku dipanggil untuk menziarahinya di kota Mekah? Mimpi itu aku simpan rapat2 sampai ada niat mendaftar Haji di Surabaya tahun 2001 saat mas Made dinas di Waru sebagai KUPB (Kepala Unit Pengatur Beban). Saat itu aku mendaftar di Depag Surabaya di depan Mesjid al Akbar yang diresmikan Gusdur waktu jadi Presiden. Karena memang belum panggilan Allah jg mas Made sibuk restrukturisasi kantor UPB jadilah tahun itu kami belum bisa mendaftar Haji.
Saat kami kembali ke Jakarta di rumah Gandul tahun 2001 bulan Juni, kami langsung menabung di tabungan Haji Bank Mandiri. Alhamdulillah setelah menjelang pembagian Quota Haji kami ditelp untuk dapat melunasi ONH dan bisa Haji tahun 2002. Alhamdulillah dengan Izin Allah SWT, panggilan Haji segera kami penuhi dengan melunasi biaya ONH yang tanpa terduga ada saja rezkinya, walaupun tadinya kami belum terfikir dari mana uangnya. Ini benar2 membukakan hati kami bahwa kalau Allah sudah meridhoi pasti ada saja jalannya. Subhanallah.

(bersambung)

Sabtu, 29 November 2008

HAJI


Bulan ini pemberangkatan jamaah haji Indonesia akan berakhir.
Ingat Haji seperti flash back kembali waktu berangkat Haji tahun 2002.

Kami dilepas keluarga dengan beberapa tetangga dan teman dari kantor P3B tgl 14Februari 2002.
Hari itu Hari Velentine, kata orang Hari Kasih Sayang, kami tinggalkan rumah tinggal kami yang penuh kasih sayang, untuk menuju Rumah Allah Di Baitullah Makkah Al Mukaromah.
Kami kemudian menuju alamat pelepasan rombongan kami dari Yayasan Al Badriyah di gedung Jl. Halim Perdanakusuma. kami dilepas menuju bandara.

Saat itu tak terbendung airmata melihat anak-anak dan keluarga yang akan kami tinggalkan selama berhaji kurang lebih 40 hari. Kami masuk Asrama Haji Pondok Gede. Kami mencari keperluan yang kurang, yaitu tanda pita di tas kami masing. Saya pilih warna pink, yang tanpa sadar saya pilih warna itu, kemudian temen saya bilang "Valentine nih yee" baru saya sadar eh iya valentine hari ini.Alhamdulillah jadi mudah mengingatnya.

Kami di Asrama sehari semalam hari itu Kamis 14 Feb 2002, kemudian paginya kami diperiksa kesehatan terakhir dan menunggu Jumatan orang2 laki dengan sholat Jama' Lohor dan Ashar.
Kami siap menuju bandara jam 13.00, disana pemeriksaan kembali barang2 dll. Alhamdulillah magrib kami terbang menuju Mekah dengan pesawat Garuda.

Tiba di Jeddah tengah malam jam 24.00 WIB tapi waktu setempat masih jam 20.00, karena selisih waktu Indonesia lebih cepat 4 jam. saya sangat bersyukur di tempat ini (Jedah) isi perut yang kemarin di asrama tidak bisa keluar bisa saya keluarkan, mohon maaf saya tuliskan karena benar2 saya mules di atas pesawat jadi harus setor segera.Kami siap2 dengan mandi Ihrom dan sholat sunat setelah niat Ihrom. Cuaca dingin kami menunggu dengan sabar kurang lebih sampai pagi untuk berangkat ke kota Mekah dengan bis.

Akhirnya perjalanan ke Masjidil haram dimulai dengan pakaian Ihrom dan bertalbiyah di atas bis. Kami sampai di maktab untuk istirahat lohor,asar dan magrib. Setelah Isya kami niat untuk umroh selamat datang. Kami ber umroh qudum pada tengah malam waktu mekah. Menginjakkan halaman Haram saya sangat terharu karena seperti gambaran sebelum berangkat ke Mekah. Saya Alhamdulillah mendapat gambaran 2 Menara Baitullah dalam mimpi? Rasanya bukan mimpi lho tapi Hijab yang dibukakan Allah dengan izinNya setelah khusyuk berdoa dibukakan mata hati saya.Rasanya kita ini kecil sekali di hadapan Baitullah.

(bersambung)

Rabu, 04 Juni 2008

TAFSIR AL QUR'AN

Dalam pengajian Ustadz Najamudin di Mesjid Kubah Emas(Dian Al Mahri Meruyung Depok) 27 Maret 2007, diterangkan bahwa dalam al Baqarah ayat 1-5; Al Qur'an itu sebagai petunjuk bagi orang yang bertaqwa.
Jaminan Allah tentang al Qur'an, dalam Qur'an Surat Al Hijr ayat 15: bahwa Al Qur'an diturunkan Allah dan Allah yang akan menjaganya. Al Qur'an sebagai petunjuk bagi orang yang beriman tidak diragukan lagi.
Dalam Surat Ali Imraan (surat3 ayat 138): Al Qur'an sebagai petunjuk, sebagai pelajaran dan sebagai pegangan hidup kita.Janganlah kita bersedih hati, karena al Qur'an juga sebagai obat pelipur duka (As Shifaa')

SYARAT ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA:
1. Percaya yang Ghaib; yaitu percaya adanya Allah, malaikat, jin, surga dan neraka.
2. Mendirikan Sholat (yang wajib 5 waktu dan yang sholat sunah)
Sholat Subuh tepat waktu, akan disaksikan malaikat.
3. Infaqkan Rezqi, yaitu antara 2,5% sampai 20%
Dalam QS:2, ayat 261; infaq di jalan Allah seperti 1 bulir yang menumbuhkan 700 bulir; artinya tiap kali kita berinfaq akan dibalas oleh Allah 700kali lipat kalau kita ikhlas.
Dalam QS:2, ayat 268; syetan akan selalu membisikkan kepada manusia supaya KIKIR (karena syetan menakut-nakuti kita dengan kemiskinan).
Infaq dan Sedekah itu bisa menolak Bala (bencana); seperti dalam Qur'an Surat :2, ayat 195
Infak adalah untuk menghindari musibah.
Dalam Qur'an : 3, ayat 133-134; segeralah mohon ampun kepada Allah dan berinfaqlah dikala senang dan sulit. Allah sangat senang jika HambaNya berinfaq, dan Allah akan mencintainya.
Dalam Qur'an : 9, ayat 53; berinfaqlah pada saat terpaksa dan sukarela.
Dalam Qur'an : 9, ayat 54; orang yang Fasiq yaitu orang yang tidak berinfaq dan orang berinfaq tapi tidak ikhlas.
4. Orang yang percaya dengan Al Qur'an
5. Orang yang percaya dengan Hari Akhir (akhirat)

Jumat, 30 Mei 2008

WUDLU (BERSUCI)

Sebelum memulai sholat kita diwajibkan wudlu terlebih dahulu, karena sahnya sholat kalau wudlu kita sempurna. Alangkah ruginya kita kalau wudlu kurang sempurna. Sebelum berwudlu kita basuh 2 telapak tangan dengan membaca doa:
Nawaitul wudlu'a lirof'il hadasil asghori lillahi ta'ala, kemudian:
1. Berkumur dengan doa (yang diucapkan dalam hati) bYa Allah berilah mulutku ini senantiasa mengucap asma Mu
2. Menghirup air melalui lubang hidung 3x ; dengan doa: Ya Allah semoga hidungku ini dapat mencium bau SurgaMu
3.Membasuh muka 3x ; dengan doa: Ya Allah putihkanlah wajahku pada waktu di Hari Akhirat nanti banyak muka yang Engkau hitamkan
4.Membasuh tangan kanan 3x ; dengan doa : Ya Allah berikanlah catatan amalku dari tangan kananku
5. Membasuh tangan kiri 3x ; dengan doa : Ya Allah jangan Engkau berikan catatan amalku dari tangan kiriku
6. Mengusap rambut 1x dan membasuh kuping 3x ; dengan doa : Ya Allah berikanlah nur cahaya pada kepalaku dan hindarkanlah rambut dan kulitku dari api neraka Jahannam
7. Membasuh kaki kanan hingga mata kaki dengan merata 3x; dengan doa : Ya Allah masukkanlah aku dalam surgaMu dan tetapkanlah aku dalam meniti Shirot di Hari Akhir nanti
8. Membasuh kaki kiri 3x dengan merata dan mengusapnya ; dengan doa : Ya Allah hindarkanlah aku dari nerakaMu; Allohumma firli dzanbi, wawasi'qlii fii dzarrii, wabariqlii fii rizqii (Ya Allah ampunilah dosaku, lapangkanlah rumahku, berikanlah rezki kepadaku)

DOA SESUDAH WUDLU :

ASHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUULAA SYARIIKALAH, WA ANNAA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA ROSUULUH. ALLOOHUMMAJ'ALNII MINAT TAWWAABIINA WAJ'ALNII MINAL MUTATHOHIIRIIN,
amin.

PENYAKIT HATI

Ass. waktu pengajian kamis tgl 28 mei lalu di mesjid Baiturahman gandul,penyakit hati itu ada 5, yaitu:1.Panjang angan-angan, penyakit ini kriterianya ada beberapa, yaitu malas beramal, suka mengulur-ulur waktu seperti dlm Qur'an surat Annisa ayat 17-18, contohnya suka mengulur wkt taubat maka akan rugi karena setelah nyawa dicabut taubat tidak akan diterima Allah SWT (ini seperti taubatnya Fir'aun yg terlambat);lupa akhirat, sangat cinta dengan dunia; cinta kehidupan dan lupa kematian. Dalam panjang angan-angan ini biasabnya tidak ada keinginan bekerja keras, naudzubillahimindzaliik.

2.Hasad (iri dan dengki), ciri dari iri dan dengki ini ialah:

1. tidak senang melihat orang lain mendapat nikmat;

2.tidak tenang melihat orang lain senang;

3.ingin nikmat yang diterima orang lain hilang dan

4.selalu memikirkan tipu daya.

Akibat dari iri dan dengki : 1.Merusak nilai amal kita

2.Lelah hati dan bimbang

3.Hati menjadi buta

4.Berbuat maksiat

5.Terhalang dari segala bentuk kebaikan

3.Takabbur (sombong)

4.Ujub (tinggi hati); menganggap diri sendiri lebih dari orang lain

5.Riya

Dalam sebuah hadis disebutkan, hitunglah amalmu sebelum malaikat datang untuk menghitung amalmu, atau bisa dikatakan Hisablah dirimu sebelum Allah menghisabmu.

Dalam Al Qur'an Surat 7 ayat 179, disebutkan neraka Jahannam akan dipenuhi jin dan manusia, karena manusia ini tidak punya hati untuk merenung sehingga hatinya untuk yang fana saja (dunia)


Hati kita haruslah selalu diasah dengan mendengar,membaca, belajar dan merenung dengan al Qur'an, sehingga kita akan paham adanya perintah Allah yang harus kita laksanakan dan adanya larangan yang harus kita tinggalkan.


Keindahan dan kenikmatan akan hilang, yang tinggal hanyalah ruh kita dengan Allah pencipta ruh kita, maka kita harus punya tali yang kokoh pada ajaran Allah melalui Al Qur'an.


wass